Pemandangan Alam
Danau yang jernih
Matahari yang menyinari gunung
Petir menambah keindahan alam
Udara di sana sangat sejuk
Pemandangan di sana sangat indah
By : Ryan kelas 2 SD
BBS Magetan East Java "Everyone is Special"
Sahabat terbaikku saat aku duduk adalah buku, begitulah kata warga Balai Belajar Sahabat .
Magetan, 13/5/2011. Lomba membaca buku sebagai penyemangat dalam program melek baca.
Rombongan Dinas Pendidikan Non Formal, Bu Sri sedang asyik mengobrol salah satu pengurus.
Sebuah alat yang bernama "Molen". fungsinya untuk merubah bentuk dari tanah sawah menjadi tanah liat. Mesin ini dapat berjalan dikendarai oleh empunya. sifatnya melenturkan tanah yang keras menjadi "lempung"(Istilah). Tanpa adanya alat ini masyarakat setempat kesusahan untuk mengolah dari tanah sawah menjadi tanah liat. prosesnya pun sekitar 5 jam untuk merubah tanah sawah 1 truck dijadikan tanah liat. Untuk sekali sewa pengrajin genteng harus merogok kocek Rp. 400.000. harga yang cukup mahal untuk masyarakat desa Gulun. Untuk uang sewa itu kadang masyarakat harus menunggu genteng laku dulu. Karena pendapatan uang itu hanya dari penuajalan genteng. Begitulah roda perputaran Rupiah di Desa Gulun. Kalaupun belum laku gentengnya hutang sama tetangga.
Waw....super ajaib.Ivan Stoiljkovic, 6 tahun, sepintas tampak seperti anak-anak pada umumnya. namun dibalik itu ia mkg empunyai kelebihan, yaitu tubuhnya mempunyai energi magnet. anak dari California ini, ia juga mampu menyembuhkan sakit dengan tanganya. 25 besi ia angkat juga, hmmm..kira-kira mampu gak ya mengangkat besi bus kota (busway).
Membuka buku dunia ada pada gengaman kita. Itulah kata yang pantas untuk memotivasi diri dalam membaca buku. Di negara Singapura buku sudah tidak asing lagi. Dimana orang Singapura berada, di tangan kananya memegang buku. Kayaknya kita harus belajar banyak kepada negara tetangga untuk meningkatkan budaya baca. Setiap perumahan di negara nor Alam syah pasti ada perpustakaan. Perpustakaan di perumahan inilah menarik simpatisan warga sekitar untuk terus membaca. Tidak tanggung-tanggung perpustakaan perumahan biasanya berlantai 5. Di indonesia, perumahan tak lagi menampilkan pesan edukasinya, malahan sebagai ajang komersial sekedar memakmurkan golongan.