Kamis, 19 Mei 2011

Kelulusan UN (tidak) bermoral


Kementerian Pendidikan Indonesia telah mengumumkan kelulusan tingkat SMA senin kemarin, 16 Mei 2011. Dengan adanya kelulusan kemarin banyak pihak yang dirugikan dan diuntungkan. Pihak yang diuntungkan adalah para penjual cat pylox untuk mencoret-coret baju. Toko tersebut harus menyiapkan cat pylok dan cat warna yang banyak. Adapun pihak yang dirugikan sangat banyak sekali. Dari aksi kelulusan SMA  kemarin, Balai Belajar Sahabat (BBS) dalam naungan Lembaga Kajian Keagamaan dan Pendidikan Sosial (KAPIS) mencatat banyak kejadian yang merugikan masyarakat dan anarkisme dari berbagai media,baik cetak maupun elektronik.
1.       Palembang, tawuran antar SMA yang mengakibatkan 3 orang luka kena tusuk.  Secara dengan adanya tawuran masyarakat terganggu akan tawuran ini.
2.       Sumenep, Madura. Tawuran terjadi antar pelajar SMA saat konvoi bersama rekan-rekannya.  Tawuran ini terjadi di taman Bunga sumener. Otomatis dengan tawuran ini masyarakat setempat resah dan takut dengan tawuran pelajar ini.
3.       Padang, Tawuran antar pelajar SMA tak terhelakkan saat konvoi sepeda motor melintas di Lapangan Imam Bonjol Padang, bertemu dengan konvoi rombongan SMA lain saling mengejek. 9 pelajar ditangkap Polisi untuk dimintai keterangan dan pembinaan.
4.       Magetan, selasa (17/5/2011) ini konvoi pelajar SMA Magetan memadati Magetan dengan pengawalan polisi. Pelajaran Agama pun tidak murni dipraktekkan. Di saat agama Budha memperingati Waisak, pelajar konvoi dengan suara keras dan mengganggu arus jalan raya.
Tawuran di berbagai kota ini seharusnya tidak terjadi. Kegembiraan yang mereka rayakan sangat kebablasan. Bagi mereka (anak-anak SMA), seolah sudah habis masa belajarnya selama 12 tahun. Sehingga ekspresi kelulusan dilakukan dengan cara yang tidak wajar.  Keliling kota pakai kendaraan, corat-coret baju, tawuran, pesta minuman keras, dll.
Ini PR pendidik kedepan untuk selalu berperan aktif dalam berbagai kegiatan. Mengisinya dengan norma-norma agama, serta pengemasan kegiatan kelulusan dengan baik. Contoh kegiatan positif saat kelulusan SMA dapat mencontoh Tasyakuran Kelulusan Ujian Nasional 2011 Keluarga Besar Padmanaba SMA Negeri 3 Yogyakarta. Acara itu dikemas semacam bhakti sosial kepada masyarakat. Mereka mensyukuri kelulusan dengan membagi-bagikan makanan kepada kaum miskin kota Yogjakarta.
Ada juga perayaan yang aneh dilakukan dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 PIRI Yogyakarta merayakannya dengan berkeliling kompleks sekolah sebanyak 7 putaran. Dengan melepas celana ia teriakan “aku lulus,....aku lulus...”. mereka bernadzar (berjanji) kalau sekolah kami lulus semua kami akan lari keliling dengan melepas celana, dan ini terbukti.
Dari berbagai perayaan yang dilakukan pelajar SMA se –Indonesia. Masih banyak perayaan kelulusan yang dirayakan dengan suka ria dan lebih pada merugikan masyarakat ketimbang manfaatnya. Semoga lebih baik (yyk)

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Terima kasih atas kunjungannya, kritik dan saran kami terima "Baca Buku Buka Dunia"