Membuka buku dunia ada pada gengaman kita. Itulah kata yang pantas untuk memotivasi diri dalam membaca buku. Di negara Singapura buku sudah tidak asing lagi. Dimana orang Singapura berada, di tangan kananya memegang buku. Kayaknya kita harus belajar banyak kepada negara tetangga untuk meningkatkan budaya baca. Setiap perumahan di negara nor Alam syah pasti ada perpustakaan. Perpustakaan di perumahan inilah menarik simpatisan warga sekitar untuk terus membaca. Tidak tanggung-tanggung perpustakaan perumahan biasanya berlantai 5. Di indonesia, perumahan tak lagi menampilkan pesan edukasinya, malahan sebagai ajang komersial sekedar memakmurkan golongan. Dari Balai Belajar Sahabat (BBS) Desa Gulun Kec. Maospati Kab. Magetan mengajak masyarakat Magetan untuk aktif dan gemar membaca buku. “Khairu Jalisin fi Zamani Kitabun” begitu pepatah arab mengatakan. Yang artinya “sebaik-baik teman duduk adalah buku”. Walaupun masyarakat Gulun semua warganya produksi genteng tapi tidak mengurungkan niatnya untuk membaca buku. Pemuda dan kalangan tua yang mereka hadapi setiap hari adalah genteng dan genteng. Mereka tak tahu apa yang terjadi di luar sana. Mereka juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Indonesia. Bukannya tidak mau melihat TV. Masyarakat Gulun bekerja sebelum siaran berita pagi dimulai, dan selesai bekerja setelah siaran berita sore selesai. Jelas tidak ada waktu untuk melihat berita.
Dari sinilah BBS berusaha untuk pendekatan masyarakat dengan membaca saat istirahat. Alhamdulillah respon masyarakat dengan adanya BBS, sedikit mengurangi beban ketidak tahuan akan keilmuan. (yyk.)








0 komentar:
Posting Komentar